Senin, 06 Juni 2016

MAKALAH PEMBUATAN KUSEN PINTU DAN JENDELA


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat allah SWT yang mana atas berkat rahmat dan hidayah dari nya lah kami dapat menyelesaikan tugas mata kuliah “ Teknologi Bahan Konstruksi “ berupa makalah kelompok yang berjudul “ Pembuatan kusen pintu dan jendela “.
Penulis menyadari bahwasannya dalam penyusunan makalah ini terdapat banyak sekali kekurangan, oleh karena itu penulis berharap kedepannya makalah ini nantinya dapat lebih di sempurnakan lagi melalui kritik dan saran yang membangun.
Selain itu penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada para pihak yang telah membantu penulis dalam menyelasaikan penyusunan makalah ini.

                    Bengkulu , 28 April 2012

                                                                                           Penulis







LEMBAR PENGESAHAN
HASIL STUDY LAPANGAN  (RISET STUDY)

          Dengan selesainya tugas teknologi bahan konstruksi 2 “proses pembuatan kusen pintu dan jendela” mohon disyahkan untuk syarat ujian semester 2 pada jurusan teknik sipil tahun akademik 2011/2012 di universitas Prof. DR.Hazairin, SH Bengkulu.

                                                                                              Bengkulu,    April 2012
             Disyahkan oleh                                                                Disusun oleh
Dosen teknologi bahan konstruksi 2                        1. Rahmad budiladi   11100032
                                                                                 2. Bertha Eka N.        11100036
                                                                                 3. Giat Aji P.             11100016
Ir.Narlis Nasir, MT                                       4. Barmen H.L          11100033
                                                                                 5. Diego Armando    11100001
                                                                                 6. Sugiharto P.          11100030                   







DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan.................................................................................... i
Kata Pengantar............................................................................................ ii
Daftar Isi....................................................................................................... iii

BAB. 1  Pendahuluan
1.1    Latar  Belakang........................................................................... ........... 1
1.2    Maksud  dan  Tujuan...............................................................................            2
1.3    Ruang  Lingkup.......................................................................................            2
1.4    Bentuk  dan  Tema  Kegiatan..................................................................            2
1.5    Batasan  Masalah.................................................................................... 2
1.6    Waktu  dan  Tempat................................................................................            2
BAB. 2 Teknik Pembuatan
2.1 Kusen  Pintu  dan  Jendela.......................................................................            3
2.1.1 Proses  Awal......................................................................................... 3
2.1.2 Persiapan  Alat  dan  Bahan.................................................................. 3
2.1.3 Proses  Pengerjaan................................................................................ 3
2.1.4 Proses  Pengawetan...............................................................................            4
2.1.5 Pemasaran............................................................................................. 5
BAB. 3  Penutup
3.1 Kesimpulan.............................................................................................. 6
3.2 Saran........................................................................................................ 6

LAMPIRAN DOKUMENTASI


                                                BAB I
                                      PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Banyaknya pembangunan disuatu daerah menyebabkan banyaknya permintaan kusen, baik kusen pintu maupun jendela. Hal ini yang membuat penulis tertarik untuk membuat suatu makalah tentang  pembuatan kusen.
Kusen adalah suatu bahan bangunan yang digunakan untuk bersandarnya suatu pintu atau jendela. Adapun bahan dasar kusen ialah kayu.kayu yang digunakan untuk kusen tidaklah sembarang kayu, tapi kayu yang digunakan adalah kayu-kayu yang memiliki kualitas yang baik seperti kayu jati, meranti, tenam, dan lain-lain.
Oleh karena itu, dengan selesainya tugas mata kuliah “teknologi bahan konstruksi 2” ini, kami sebagai penulis juga patut berterima kasih kepada bapak ir.Narlis Nasir, MT karena berkat bimbingan beliau kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari masih adanya kekurangan, kesalahan, dan tugas ini tentunya masih jauh dari sempurna. Maka saran yang sangat kontrusif sangat kami harapkan demi perbaikan makalah ini.
Harapan dan keinginan kami, semoga makalah ini bermanfaat untuk dunia pendidikan maupun industri untuk dijadikan refrensi acuan, serta bermanfaat juga bagi pembaca.
1.2 Maksud dan Tujuan
          Study lapangan (riset study) merupakan salah satu hal yang penting untuk dilakukan tujuannya, antara lain:
·         Untuk membandingkan antara teori dengan praktek
·         Meningkatkan ilmu pengetahuan
·         Menambah wawasan
·         Mengembangkan kemampuan dan kepahaman mahasiswa sebagai sumber daya manusia yang terampil dan profesional
1.3 Ruang Lingkup
          Dalam study lapangan (riset study) proses pembuatan kusen pintu dan jendela yang dimulai dengan persiapan bahan sampai ke pemasaran, menghasilkan suatu produksi yang baik sesuai dengan ketentuan dan dapat dipertanggung jawabkan kualitas dan mutunya.

1.4 Bentuk dan Tema Kegiatan
          a)  Bentuk                   : Study Lapangan (riset study)
            b)  Tema                      : cara Pembuatan Kusen Pintu dan Jendela

1.5  Batasan Masalah
            Dalam proses pembuatan kusen pintu dan jendela, batasan masalah dari permasalahan yang ingin kami bahas ialah tentang proses pengawetan bahan kayu dan juga proses pengecatan pada kusen pintu dan jendela.

1.7    Waktu dan Tempat

Kusen pintu dan jendela
Tanggal                : 25 April 2012
Tempat                 : jl. Kalimantan no.12 kp. Kelawi bengkulu
Perusahaan           : Meubel Kembar Jaya





















BAB II
TEKNIK PEMBUATAN

2.1  Kusen Pintu dan Jendela
            Berbagai usaha dan upaya dilakukan oleh kalangan industri dan masyarakat untuk dapat menciptakan bahan bangunan yang kualitasnya semakin baik untuk memajukan pembangunan dan menciptakan terobosan terbaru dari pembangunan itu sendiri, seperti halnya pembuatan kusen pintu dan jendela yang difungsikan untuk pembangunan.
Langkah dan tahapan dalam pembuatan kusen pintu dan jendela adalah sebagai berikut:
2.1.1 Proses Awal
            Proses awal dalam pembuatan kusen pintu dan jendela sangat penting, yaitu pemilihan bahan kayu yang baik untuk bahan utama, setelah proses penjemuran selam kurang lebih 3 hari (tergantung cuaca), kita harus memilih kayu yang kadar airnya sudah berkurang lebih dari 65%, setelah itu barulah kita ke proses selanjutnya.
2.1.2 Alat dan Bahan
            Adapun beberapa alat dan bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi kusan pintu dan jendela:
         Alat-alat                                                            Bahan-bahan
-          Mesin sugu                                              -     kayu balok 
-          Sugu manual                                           -     lem kayu    
-          Meteran                                                   -     tiner
-          Gergaji                                                                -    dempul (pengawet)
-          Palu                                                         -    cat pengawet
-          Paku                                                        -    plamir
-          Mesin profil                                             -    amplas
-          Siku          
-          Scrap
2.1.3  Proses Pengerjaan
            Dalam proses pengerjaan kusen pintu dan jendela, ada beberapa tahap yang harus dilakukan. Beberapa tahap tersebut mulai dari proses pemilihan kayu sampai dengan proses pemasaran.
Proses awalnya ialah pemilihan bahan kayu balok yang baik dan kuat untuk dijadikan bahan utama, setelah bahan kayu sudah dipilih barulah ketahap proses penjemuran. Proses penjemuran dilakukan kurang lebih 3 hari (tergantung cuaca), penjemuran dilakukan untuk mengurangi kadar air dalam kayu.
            Setelah proses penjemuran dan kadar air dalm kayu berkurang, barulah klita masuk ke tahap pengukuran kayu. Setelah pengukuran dilakukan sesuai dengan yang diinginkan, barulah kita potong dengan menggunakan gergaji.
            Setelah kayu balok dipotong dengan ukuran yang diinginkan untuk kusen, barulah balok yang dipotong-potong tersebut di sugu, alat sugu yang digunakan biasanya ada dua jenis, yaitu sugu mesin dan sugu manual. Setelah semua proses tadi dilakukan, satu hal lagi yang tidak boleh ditinggalkan, yaitu proses pembentukan sambungan dari potongan balok satu ke balok yang lain.
            Setelah sambungan antar kusen dibuat, proses berikutnya ialah menyatukan antara sambungan tersebut, sebelum melakukan penyambungan kayu kusen, pada setiap sambungan biasanya menggunakan lem kayu. Lem kayu berfungsi untuk menambah daya tahan pada kusen.
            Setelah kayu disatukan, pastikan pada setiap sudut harus siku. Apabila penyambungan telah dilakukan, dan sudut pada kusen sudah siku, hal berikutnya yang harus diperhatikan ialah pemberian ekor pada kusen. Hal ini berfungsi untuk menjaga posisi pasangan pada kayu kusen agar tidak bergeser pada saat akan dipasang pada sebuah rumah.
            Setelah semua proses itu dilakukan, hal yang tidak boleh dilupakan ialah memprofil kusen untuk pemasangan daun pintu dan jendela. Proses profil dilakukan dengan mesin khusus untuk profil.Setelah kayu disatukan, pastikan pada setiap sudut harus siku. Apabila penyambungan telah dilakukan, dan sudut pada kusen sudah siku, hal berikutnya yang harus diperhatikan ialah pemberian ekor pada kusen. Hal ini berfungsi untuk menjaga posisi pasangan pada kayu kusen agar tidak bergeser pada saat akan dipasang pada sebuah rumah.
            Setelah semua proses itu dilakukan, hal yang tidak boleh dilupakan ialah memprofil kusen untuk pemasangan daun pintu dan jendela. Proses profil dilakukan dengan mesin khusus untuk profil.

2.1.4  Proses Pengawetan
            Proses pengawetan pada kusen tergolong tidak terlalu sulit, banyak sebagian besar dilakukan pada saat kusen sudah dipasang dibangunan, dan ada juga dilakukan pada saat kusen belum terpasang dibangunan.
Adapun prosesnya sebagai berikut:
            Kusen yang sudah terbentuk dihaluskan terlebih dahulu dengan menggunakan amplas khusus untuk kayu, setelah permukaan pada kusen sedikit halus barulah kita ke proses pendempulan. Dempul berfungsi untuk menutup lubang pori-pori pada kusen agar kusen menjadi rata. Sebelum ke tahap pengecatan, yang harus dilakukan ialah pengamplasan ulang dengan amplas yang sedikit halus. Setelah tahapan tersebut selesai, proses selanjutnya yang harus dilakukan ialah proses pengawetan, yaitu pemberian plamir pada kusen. Setelah kusen sudah diplamir dengan waktu beberapa jam, kusen yang sudah diplamir kemudian di cat kembali untuk mendapatkan warna yang sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen.
            Proses terakhir ialah penjemuran, setelah proses pengecatan pada kusen selesai, penjemuran biasanya memakan waktu seharian agar mendapatkan hasil terbaik. Setelah tahapan diatas dilakukan, barulah kusen bisa disampaikan pada konsumen.
2.1.5 Pemasaran
            Pemasaran biasanya dilakukan dengan cara penawaran pada lokasi bangunan, dimana biasanya kebanyakan penawar dilakukan pada pembangunan rumah yang masih membutuhkan kusen yang bahan dasarnya terbuat dari kayu. Selain pemasaran melalui penawaran, pemasaran juga kebanyakan dilakukan dengan cara konsumen sendiri datang ke meubel.











BAB III
Kesimpulan dan Saran

3.1 Kesimpulan
      Dari hasil survey dan study lapangan yang kami lakukan, maka dapat kami simpulkan bahwa pembuatan kusen di Bengkulu masih banyak menggunakan kayu jati, karena kayu jati mudah didapatkan dan relatif kuat, alat-alat yang digunakanpun masih sederhana. Pada proses pembuatan kusen pintu, dibutuhkan tenaga yang sangat terampil sehingga dari survey yang kami lakukan dapat kami nyatakan bahwa pembuatan kusen pintu tidaklah mudah, itu sulit dan tidak semua orang bisa membuat kusen pintu dan jendela tanpa adanya pemahaman dan keterampilan yang khusus.

3.2 Saran
      Dari kesimpulan diatas, maka kami sebagai penulis memberikan beberapa saran. Diantaranya:
Dalam pembuatan kusen, sebaiknya menggunakan alat-alat yang modern agar mendapatkan hasil yang memuaskan, yang mana jika pengusaha mengutamakan kualitas produksi, konsumen tidak akan berpindah dari kusen yang berbahan dasar kayu ke kusen yang berbahan dasar baja ringan, karena baja ringan sudah banyak digunakan untuk pembangunan perumnas, ruko, dan perkantoran.



Minggu, 29 Mei 2016

Proposal Kukerta Unihaz : MENINGKATKAN KEPEDULIAN WARGA TERHADAP PERAWATAN DRAINASE

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Drainase merupakan serangkaian bangunan air yang dapat membuang kelebihan air dari satu kawasan agar lahan dapat difungsikan secara optimal. Drainase berhubungan erat dengan kenyamanan masyarakat terhadap keberadaan air buangan di tempat tinggal mereka. Drainase adalah salah satu prasarana umum bagi masyarakat khususnya masyarakat di desa Kampung Delima yang berfungsi untuk menciptakan suasana yang nyaman dan bersih. Sistem drainase yang baik dibutuhkan di desa Kampung Delima yang padat penduduk. Karena di daerah seperti ini permasalahan drainase menjadi hal yang sangat vital. Di desa Kampung Delima diperlukan kepedulian masyarakat terhadap perawatan sistem drainase yang dapat menanggulangi permasalahan air buangan, mengendalikan erosi tanah dan mencegah kerusakan jalan.
Keterbatasan dalam sistem drainase ini mengakibatkan ketidaknyamanan masyarakat. Untuk itu perlu adanya evaluasi kinerja terhadap saluran drainase yang telah ada khususnya di daerah Desa Kampung Delima. Karena sistem drainase yang baik merupakan bagian dari strategi pengendalian banjir.

1.2  Tujuan
Program ini bertujuan untuk:
1.      Mengidentifikasi sistem drainase yang digunakan di desa Kampung Delima
2.      Menelusuri kekurangan yang terdapat pada sistem drainase di desa Kampung Delima
3.      membandingkan sistem drainase yang ada didesa Kampung Delima
4.      mengevaluasi kinerja saluran drainase di desa Kampung Delima




1.3  Rumusan Masalah
Drainase merupakan komponen penting dalam prasarana umum khususnya di desa kampung Delima. Padatnya jumlah penduduk mengharuskan sistem drainase berkerja dengan baik untuk menanggulangi berbagai permasalahan mengenai buangan air yang ada. Dari keadaan tersebut maka dapat dirumuskan masalah-masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana kinerja saluran drainase yang ada di desa kampung Delima?
2.      Bagamanakah menciptakan suatu sistem saluran drainase yang fungsional dan optimal?

1.4    Manfaat Penulisan
Kegunaan dari program ini adalah:
Program ini diharapkan memberikan manfaat antara lain:
1.    Manfaat bagi perguruan tinggi
Meningkatkan kreatifitas mahasiswa dalam menciptakan sebuah solusi terhadap masalah lingkungan. Sehingga dapat meningkatkan kredibilitas perguruan tinggi.
2.      Manfaat bagi mahasiswa
Merangsang mahasiswa berfikir kreatif, inovatif dan dinamis, menuntut bekerja sama dalam tim, menambah wawasan, pengalaman dalam berkarya dan menerapkan teknologi sederhana yang berhasil guna, menumbuhkan jiwa peneliti dan memicu kepekaan terhadap masalah lingkungan
3.    Manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Terciptanya lingkungan yang bebas banjir, sehingga masyarakat dapat hidup dengan aman dan nyaman. Program ini juga dapat meningakatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam memelihara sistem drainase.
4.    Manfaat bagi pemerintah
Mendapat solusi sistem drainase yang fungsional dan optimal sehingga terselesaikannya masalah sistem drainase yang menjadi tanggung jawab pemerintah setempat.


BAB. II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Landasan Teori
Drainase adalah prasarana yang berfungsi mengalirkan limpasan air permukaan ke badan air penerima atau ke bangunan resapan bantuan.  Pemeliharaan sistem drainase sangat penting untuk keberlanjutan sistem drainase. Pemeliharaan drainase adalah kegiatan yang dilakukan untuk menjamin fungsi sarana dan prasarana drainase dapat bekerja sesuai dengan rencana yang ditetapkan.
Menurut pendapat ahli Suripin, (2004:7) drainase mempunyai arti: “Mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air. Secara umum, drainase didefinisikan sebagai seran gkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan/atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal.”
Di desa Kampung Delima yang merupakan prasarana drainase adalah semua bangunan yang memungkinkan drainase dapat berfungsi.  Keberadaan dan fungsi drainase sangatlah penting. Sistem drainase memiliki fungsi antara lain mengeringkan bagian wilayah pemukiman dari genangan, mengalirkan air permukaan ke badan air air terdekat secepatnya, mengendalikan kelebihan air permukaan dan meresapkan air permukaan untuk menjaga kelestarian air tanah.
Operasi dan sistem pemeliharaan drainase menjadi tanggung jawab masyarakat. Sampah merupakan masalah utama bagi kelancaran berfungsinya aliran pembuangan di saluran dan pembangunan drainase. Kebiasaan masyarakat membuang sampah tidak pada tempatnya mengakibatkan saluran pembuangan pada drainase banyak menjadi tersumbat dan akhirnya masuk ke sungai dan sungai pun penuh dengan sampah.
Pada musim penghujan sampah ini akan mengganggu aliran air dan dapat merusak sarana dan prasarana jaringan drainase dan mengakibatkan air balik dan terjadi banjir.  Banyaknya bangunan illegal diatas saluran juga merupakan hambatan  kontrol dan kegiatan pemeliharaan terhadap saluran.
Genangan di suatu kawasan terjadi apabila sistem yang berfungsi untuk menampung genangan itu tidak mampu menampung debit yang mengalir, hal ini akibat dari tiga kemungkinan yang terjadi yaitu: kapasitas sistem yang menurun, debit aliran air yang meningkat, atau kombinasi dari kedua-duanya. Pengertian sistem disini adalah sistem jaringan drainase di suatu kawasan. Sedangkan sistem drainase secara umum dapat didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan /atau membuang kelebihan air (banjir) dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal, jadi sistem drainase adalah rekayasa infrastruktur di suatu kawasan untuk menanggulangi adanya genangan banjir (Suripin, 2004).
Air hujan yang jatuh di suatu kawasan perlu dialirkan atau dibuang, caranya dengan pembuatan saluran yang dapat menampung air hujan yang mengalir di permukaan tanah tersebut. Sistem saluran tersebut selanjutnya dialirkan ke sistem yang lebih besar. Sistem yang paling kecil juga dihubungkan denga saluran rumah tangga dan dan sistem saluran bangunan infrastruktur lainnya, sehingga apabila cukup banyak limbah cair yang berada dalam saluran tersebut perlu diolah (treatment). Seluruh proses tersebut disebut dengan sistem drainase (Kodoatie, 2003).
Bagian infrastruktur (system drainase) dapat didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan /atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal. Dirunut dari hulunya, bangunan sistem drainase terdiri dari saluran penerima (interseptor drain), saluran pengumpul (colector drain), saluran pembawa (conveyor drain), saluran induk (main drain) dan badan air penerima (receiving waters).
Di sepanjang sistem sering dijumpai bangunan lainnya, seperti gorong-gorong, siphon, jembatan air (aquaduct), pelimpah, pintu-pintu air, bangunan terjun, kolam tando dan stasiun pompa. Pada system drainase yang lengkap, sebelum masuk ke badan air penerima air diolah dahulu pada instalasi pengolah air limbah (IPAL), khususnya untuk sistem tercampur. Hanya air yang telah memliki baku mutu tertentu yang dimasukkan ke dalam badan air penerima, biasanya sungai, sehingga tidak merusak lingkungan (Suripin, 2004 ).

BAB III
METODOLOGI PELAKSANAAN

3.1 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang di gunakan dalam pekrjaan lapangan yaitu:
3.1.1 Alat
-          Cangkul
-          Skop
-          Tempat pembuangan sampah
-          Sabit/ Arit
-          Sendok Semen, dll.
3.1.2 Bahan
     -     Semen
     -     Pasir
     -     Air
Alat yang digunakan digunakan sebagai alat-alat untuk mebersihkan dan merawat saluran drainase, dan bahan-bahan tersebut digunakan sebagai antisipasi perbaikan pada bagian-bagian saluran yang mengalami kerusakan.

3.2    Waktu dan Tempat
Pelaksanaan ini dilakukan di salah satu desa di Kabupaten Rejang Lebong, tepatnya di Desa Kampung Delima.Diamana waktu pelaksanaan akan dimulai dari awal keberangkatan KUKERTA pada tanggal 11 Agustus 2014, sampai dengan akhir kegiatan KUKERTA selama ± 45 hari.

3.3  Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini pengambilan dan pengumpulan data dilakukan denganmetode kuantitatif yaitu data yang di himpun dengan kata-kata, bukan angka.data tersebut didapat dengan cara observasi di lapangan dan melalui wawancara.

3.4  Metode Pengolahan Data
Kegiatan awal yaitu dengan melakukan pendekatan kepada perangkat desa setempat, dan mendengarkan masalah tentang pengaliran drainase. Berdasarkan data yang di dapat akan dilakukan pengenalan fungsi dan manfaat, serta pentingya kepedulian warga terhadap perawatan drainase. Teknis pelaksanaan adalah dengan mulai mengevaluasi sistem saluran drainase di Desa Kmpung Delima.kemudian dilanjutkan dengan memulai pembuatan program kerja bersama dengan petinggi desa guna memperbaiki dan membersihkan saluran drainase yang mengalami kerusakan maupun penyumbatan. Masyarakat juga diberi pengertian terhadap pentingnya kepedulian warga terhadap perawatan saluran drainase agar dapat berfungsi dengan baik serta memberikan kesan bersih kepada masyarakat dan memberikan rasa nyaman.
3.5  Jadwal Rencana Kegiatan
No
Kegiatan
Minggu


1
2
3
4
5
6
7
8
9
1.
Persiapan Proposal









2.
Pengajuan Proposal









3.
Survei dan observasi lokasi









4.
Pengumpulan data sekunder









5.
Pengumpulan data primer









6.

Analisa dan pengolahan data primer dan  data sekunder









7.
Penyusunan draf laporan









8.
Seminar Laporan









9.
Pengumpulan Laporan













DAFTAR PUSTAKA

1.   Pengarang Tunggal:
Yogesh, J.  2008.  Design and Optimization of Thermal Systems Taylor & Francis Group. New Jersey

2.   Pengarang Bersama:
Amir, W. Al-Khafaji. &  Jhon, R. Tooley. 1986.  Numerical  Methods in Engineering Practice. Holt, Rinehart and Winston, Inc. New york

3.    Rujukan Electronik:
Panyoyai. N. 2010. Applied a Closed-Loop Oscillating Heat-Pipe Heat Exchanger to  Increasing  Oil  Yield  in  Pyrolysis  Process
Melalui www.google.com/heat exchanger . html [ 08/18/10 ].

4.   Jurnal:
Ediwan. 2008.  Analisis Struktur Nosel RX 320 Dengan Menggunakan Bahan S45C. Teknologi Dirgantara Vol.6  No. 2: 76- 82.

5.   Redaksi atau Suntingan:
Koentjaraningrat.1983. Metode-metode penelitian. Penerbit PT. Gramedia. Jakarta

6.   Terjemahan:

Giles, V. Renald. 1984. Mekanika Fluida dan Hidraulika. Terjemahan Herman Widodo Soemitro. Penerbit Erlangga. Jakarta

7.   Bab Dalam Buku:

Walker, Jack M.. 1996. Handbook of Manufacturing Engineering. In Jack M. Walker. &  Geoffrey Boothroyd (Editor). “ Product Development “ selected Reading, Page. 1-50. New York: Marcel Dekker,Inc