Minggu, 29 Mei 2016

Proposal Kukerta Unihaz : MENINGKATKAN KEPEDULIAN WARGA TERHADAP PERAWATAN DRAINASE

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Drainase merupakan serangkaian bangunan air yang dapat membuang kelebihan air dari satu kawasan agar lahan dapat difungsikan secara optimal. Drainase berhubungan erat dengan kenyamanan masyarakat terhadap keberadaan air buangan di tempat tinggal mereka. Drainase adalah salah satu prasarana umum bagi masyarakat khususnya masyarakat di desa Kampung Delima yang berfungsi untuk menciptakan suasana yang nyaman dan bersih. Sistem drainase yang baik dibutuhkan di desa Kampung Delima yang padat penduduk. Karena di daerah seperti ini permasalahan drainase menjadi hal yang sangat vital. Di desa Kampung Delima diperlukan kepedulian masyarakat terhadap perawatan sistem drainase yang dapat menanggulangi permasalahan air buangan, mengendalikan erosi tanah dan mencegah kerusakan jalan.
Keterbatasan dalam sistem drainase ini mengakibatkan ketidaknyamanan masyarakat. Untuk itu perlu adanya evaluasi kinerja terhadap saluran drainase yang telah ada khususnya di daerah Desa Kampung Delima. Karena sistem drainase yang baik merupakan bagian dari strategi pengendalian banjir.

1.2  Tujuan
Program ini bertujuan untuk:
1.      Mengidentifikasi sistem drainase yang digunakan di desa Kampung Delima
2.      Menelusuri kekurangan yang terdapat pada sistem drainase di desa Kampung Delima
3.      membandingkan sistem drainase yang ada didesa Kampung Delima
4.      mengevaluasi kinerja saluran drainase di desa Kampung Delima




1.3  Rumusan Masalah
Drainase merupakan komponen penting dalam prasarana umum khususnya di desa kampung Delima. Padatnya jumlah penduduk mengharuskan sistem drainase berkerja dengan baik untuk menanggulangi berbagai permasalahan mengenai buangan air yang ada. Dari keadaan tersebut maka dapat dirumuskan masalah-masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana kinerja saluran drainase yang ada di desa kampung Delima?
2.      Bagamanakah menciptakan suatu sistem saluran drainase yang fungsional dan optimal?

1.4    Manfaat Penulisan
Kegunaan dari program ini adalah:
Program ini diharapkan memberikan manfaat antara lain:
1.    Manfaat bagi perguruan tinggi
Meningkatkan kreatifitas mahasiswa dalam menciptakan sebuah solusi terhadap masalah lingkungan. Sehingga dapat meningkatkan kredibilitas perguruan tinggi.
2.      Manfaat bagi mahasiswa
Merangsang mahasiswa berfikir kreatif, inovatif dan dinamis, menuntut bekerja sama dalam tim, menambah wawasan, pengalaman dalam berkarya dan menerapkan teknologi sederhana yang berhasil guna, menumbuhkan jiwa peneliti dan memicu kepekaan terhadap masalah lingkungan
3.    Manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Terciptanya lingkungan yang bebas banjir, sehingga masyarakat dapat hidup dengan aman dan nyaman. Program ini juga dapat meningakatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam memelihara sistem drainase.
4.    Manfaat bagi pemerintah
Mendapat solusi sistem drainase yang fungsional dan optimal sehingga terselesaikannya masalah sistem drainase yang menjadi tanggung jawab pemerintah setempat.


BAB. II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Landasan Teori
Drainase adalah prasarana yang berfungsi mengalirkan limpasan air permukaan ke badan air penerima atau ke bangunan resapan bantuan.  Pemeliharaan sistem drainase sangat penting untuk keberlanjutan sistem drainase. Pemeliharaan drainase adalah kegiatan yang dilakukan untuk menjamin fungsi sarana dan prasarana drainase dapat bekerja sesuai dengan rencana yang ditetapkan.
Menurut pendapat ahli Suripin, (2004:7) drainase mempunyai arti: “Mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air. Secara umum, drainase didefinisikan sebagai seran gkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan/atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal.”
Di desa Kampung Delima yang merupakan prasarana drainase adalah semua bangunan yang memungkinkan drainase dapat berfungsi.  Keberadaan dan fungsi drainase sangatlah penting. Sistem drainase memiliki fungsi antara lain mengeringkan bagian wilayah pemukiman dari genangan, mengalirkan air permukaan ke badan air air terdekat secepatnya, mengendalikan kelebihan air permukaan dan meresapkan air permukaan untuk menjaga kelestarian air tanah.
Operasi dan sistem pemeliharaan drainase menjadi tanggung jawab masyarakat. Sampah merupakan masalah utama bagi kelancaran berfungsinya aliran pembuangan di saluran dan pembangunan drainase. Kebiasaan masyarakat membuang sampah tidak pada tempatnya mengakibatkan saluran pembuangan pada drainase banyak menjadi tersumbat dan akhirnya masuk ke sungai dan sungai pun penuh dengan sampah.
Pada musim penghujan sampah ini akan mengganggu aliran air dan dapat merusak sarana dan prasarana jaringan drainase dan mengakibatkan air balik dan terjadi banjir.  Banyaknya bangunan illegal diatas saluran juga merupakan hambatan  kontrol dan kegiatan pemeliharaan terhadap saluran.
Genangan di suatu kawasan terjadi apabila sistem yang berfungsi untuk menampung genangan itu tidak mampu menampung debit yang mengalir, hal ini akibat dari tiga kemungkinan yang terjadi yaitu: kapasitas sistem yang menurun, debit aliran air yang meningkat, atau kombinasi dari kedua-duanya. Pengertian sistem disini adalah sistem jaringan drainase di suatu kawasan. Sedangkan sistem drainase secara umum dapat didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan /atau membuang kelebihan air (banjir) dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal, jadi sistem drainase adalah rekayasa infrastruktur di suatu kawasan untuk menanggulangi adanya genangan banjir (Suripin, 2004).
Air hujan yang jatuh di suatu kawasan perlu dialirkan atau dibuang, caranya dengan pembuatan saluran yang dapat menampung air hujan yang mengalir di permukaan tanah tersebut. Sistem saluran tersebut selanjutnya dialirkan ke sistem yang lebih besar. Sistem yang paling kecil juga dihubungkan denga saluran rumah tangga dan dan sistem saluran bangunan infrastruktur lainnya, sehingga apabila cukup banyak limbah cair yang berada dalam saluran tersebut perlu diolah (treatment). Seluruh proses tersebut disebut dengan sistem drainase (Kodoatie, 2003).
Bagian infrastruktur (system drainase) dapat didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan /atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal. Dirunut dari hulunya, bangunan sistem drainase terdiri dari saluran penerima (interseptor drain), saluran pengumpul (colector drain), saluran pembawa (conveyor drain), saluran induk (main drain) dan badan air penerima (receiving waters).
Di sepanjang sistem sering dijumpai bangunan lainnya, seperti gorong-gorong, siphon, jembatan air (aquaduct), pelimpah, pintu-pintu air, bangunan terjun, kolam tando dan stasiun pompa. Pada system drainase yang lengkap, sebelum masuk ke badan air penerima air diolah dahulu pada instalasi pengolah air limbah (IPAL), khususnya untuk sistem tercampur. Hanya air yang telah memliki baku mutu tertentu yang dimasukkan ke dalam badan air penerima, biasanya sungai, sehingga tidak merusak lingkungan (Suripin, 2004 ).

BAB III
METODOLOGI PELAKSANAAN

3.1 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang di gunakan dalam pekrjaan lapangan yaitu:
3.1.1 Alat
-          Cangkul
-          Skop
-          Tempat pembuangan sampah
-          Sabit/ Arit
-          Sendok Semen, dll.
3.1.2 Bahan
     -     Semen
     -     Pasir
     -     Air
Alat yang digunakan digunakan sebagai alat-alat untuk mebersihkan dan merawat saluran drainase, dan bahan-bahan tersebut digunakan sebagai antisipasi perbaikan pada bagian-bagian saluran yang mengalami kerusakan.

3.2    Waktu dan Tempat
Pelaksanaan ini dilakukan di salah satu desa di Kabupaten Rejang Lebong, tepatnya di Desa Kampung Delima.Diamana waktu pelaksanaan akan dimulai dari awal keberangkatan KUKERTA pada tanggal 11 Agustus 2014, sampai dengan akhir kegiatan KUKERTA selama ± 45 hari.

3.3  Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini pengambilan dan pengumpulan data dilakukan denganmetode kuantitatif yaitu data yang di himpun dengan kata-kata, bukan angka.data tersebut didapat dengan cara observasi di lapangan dan melalui wawancara.

3.4  Metode Pengolahan Data
Kegiatan awal yaitu dengan melakukan pendekatan kepada perangkat desa setempat, dan mendengarkan masalah tentang pengaliran drainase. Berdasarkan data yang di dapat akan dilakukan pengenalan fungsi dan manfaat, serta pentingya kepedulian warga terhadap perawatan drainase. Teknis pelaksanaan adalah dengan mulai mengevaluasi sistem saluran drainase di Desa Kmpung Delima.kemudian dilanjutkan dengan memulai pembuatan program kerja bersama dengan petinggi desa guna memperbaiki dan membersihkan saluran drainase yang mengalami kerusakan maupun penyumbatan. Masyarakat juga diberi pengertian terhadap pentingnya kepedulian warga terhadap perawatan saluran drainase agar dapat berfungsi dengan baik serta memberikan kesan bersih kepada masyarakat dan memberikan rasa nyaman.
3.5  Jadwal Rencana Kegiatan
No
Kegiatan
Minggu


1
2
3
4
5
6
7
8
9
1.
Persiapan Proposal









2.
Pengajuan Proposal









3.
Survei dan observasi lokasi









4.
Pengumpulan data sekunder









5.
Pengumpulan data primer









6.

Analisa dan pengolahan data primer dan  data sekunder









7.
Penyusunan draf laporan









8.
Seminar Laporan









9.
Pengumpulan Laporan













DAFTAR PUSTAKA

1.   Pengarang Tunggal:
Yogesh, J.  2008.  Design and Optimization of Thermal Systems Taylor & Francis Group. New Jersey

2.   Pengarang Bersama:
Amir, W. Al-Khafaji. &  Jhon, R. Tooley. 1986.  Numerical  Methods in Engineering Practice. Holt, Rinehart and Winston, Inc. New york

3.    Rujukan Electronik:
Panyoyai. N. 2010. Applied a Closed-Loop Oscillating Heat-Pipe Heat Exchanger to  Increasing  Oil  Yield  in  Pyrolysis  Process
Melalui www.google.com/heat exchanger . html [ 08/18/10 ].

4.   Jurnal:
Ediwan. 2008.  Analisis Struktur Nosel RX 320 Dengan Menggunakan Bahan S45C. Teknologi Dirgantara Vol.6  No. 2: 76- 82.

5.   Redaksi atau Suntingan:
Koentjaraningrat.1983. Metode-metode penelitian. Penerbit PT. Gramedia. Jakarta

6.   Terjemahan:

Giles, V. Renald. 1984. Mekanika Fluida dan Hidraulika. Terjemahan Herman Widodo Soemitro. Penerbit Erlangga. Jakarta

7.   Bab Dalam Buku:

Walker, Jack M.. 1996. Handbook of Manufacturing Engineering. In Jack M. Walker. &  Geoffrey Boothroyd (Editor). “ Product Development “ selected Reading, Page. 1-50. New York: Marcel Dekker,Inc